Skip to main content

Pengertian Dasar Penelitian Kualitatif

Anwari.web.id - Kali ini saya mau membagikan pengetian dari penelitian kualitatif dan kuantitatif yang di ambil dari buku Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif pengarangnya Samiaji Sarosa. Tujuan untuk menulis artikel ini agar pembaca tidak sulit lagi untuk membaca buku secara manual, semoga bermamfaat bagi para pembaca, berikut ini ulasan dari Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif.

Pengeritan Dasar

Sebelum membahas perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif, terlebih dahulu kita harus mengerti beberapa istilah dasar dalam dunia metodologi penelitian. setiap kali memulai penelitian (mungkin dalam proses penyusunan proposal) peneliti dihadapkan pada pertanyaan mengenai metodologi dan metode yang akan di gunakan. Selanjutnya kita juga di hadapkan pada bagaimana menyakinkan (justifikasi) pilihan metodologi dan metode kita merupakan pilihan yang paling tepat untuk penelitian yang akan dijalankan. Lebih mendalam lagi, sebenarnya pilihan metodologi dan metode penelitian yang akan kita gunakan merupakan perwujudan asumsi dasar yang kita yakini, dengan kata lain merupakan perwujudan perspektif teoritis yang kita anut. Penelusuran lebih mendalam lagi akan menyentuh sisi epistmologis yang kita anyt. Jika digambarkan maka akan seperti pada gambar ini.

Gambar: Perspektif Keilmuan

Epistemologi adalah teori mengenai pengetahuan yang terkandung dalam perspektif teoritis dan dengan sendirinya dalam metodologi (Ambert et al. 1995). Ada beberapa epistemologi yang berbeda yaitu Objectivism, Constructionism, Subjectivism, dan beberapa variannya (Blaikie 2009; Crotty 1998).

Perspektif Teoritis adalah landasan filosofis yang membentuk metologi dan dengan demikian memberikan konteks untuk proses dan dasar logika dan kriteria (Crotty 1998;Guba & Lincoln 1994).

Metodologi adalah strategi. rencana, proses, atau rencangan yang berada di balik pilihan dan penggunaan metode tertentu dan menghubungkan pilihan dan penggunaan metode untuk mencapai hasil penelitian yang diinginkan (Creswell 2014; Leedy & Ormod 2015).

Metode adalah teknik atau prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang berkaitan dengan permasalahan penelitian atau hipotesis ( Leedy & Ormod 2015; Patton 2001).

Epistemologi


Epistemologi berkaitan dengan sifat suatu pengetahuan (Crotty 1998; Hamlyn 1995). Lebih jelasnya, Epistemologi berkaitan dengan filosofi dasar untuk menentukan pengetahuan seperti apa yang mungkin di ciptakan dan bagaiman memastikan pengetahuan tersebut memadai dan sahih (Hamlyn 1995; Maynard 1994). Sebagai peneliti, Epistimologi yang kita adopsi menjadi penting untuk mendeskripsikan metodologi yang kita gunakan.

Ada beberapa estimologi yang bisa di anut, misalnya objectivism. objectivism beranggapan bahwa makna. Pengertian, dan realitas merupakan suatu hal yang ada dan terpisah dari kesadaran manusia. Makna dan realita tetap ada meskipun manusia tidak menyadarinya (Guba & Lincoln 1994). Manusia hanyalah menemukan adanya makna atas realita tersebut. Sebagai contoh, emas yang mengandung didalam tanah tetaplah emas. Emas tersebut mengandung makna intrinsik sebagai emas. Ketika menusia menemukan emas tersebut. Makna mas tersebut diam dan menuggu untuk di temukan. Epistimologi objectivism ini kebanyakan dianut oleh peneliti kuantitatif (Crotty 1998).

Epistemologi Construtionism

Merupakan cara pandang yang berbeda dengan objectivism. Bagi Construtionism, makna dan realita adalah hasil kontruksi pemikiran bersama manusia dan tidak ada makna atau realita yang menuggu untuk ditemukan manusia seperti halnya objectivism (Crotty 1998). Suatu hal yang sama dapat dimaknai secara berbeda oleh kelompok orang yang berbeda. Hal ini dapat menjelaskan perbedaan budaya, cara pandang, dan perilaku kelompok manusia dapat berbeda meski di hadapkan atau mengalami hal yang sama. Epistimologi Constructionism ini kebanyakan dianut oleh peneliti kualitatif.

Perbedaan Peneliti Kualitatif Dan Kuantitatif


Dengan melihat perbedaan Epistimologi tersebut, dapat dipahami perbedaan peneliti dasar fisolofis kualitatif dan kuantitatif. Peneliti kuantitatif berusaha menemukan fakta yang tersembunyi di fenomena yang ditelitinya. Validitas, reliabilitas, dan objektifitas menjadi penting karena dengan demikian peneliti dapat menemukan fakta yang tersembunyi. Generalisasi hasil peneliti juga merupakan atribut penting peneliti kuantitatif karena fakta suatu hal adalah universal dan akan dapat terima siapa saja. Sebaiknya, peneliti kualitatif berkelut dengan pemaknaan suatu fenomina secara berbeda oleh kelompok yang berbeda. Suatu realita dapat dimiliki makna yang berbeda-beda bagi orang yang berbeda dan dengan demikian menjadi kompleks. Peneliti kualitatif berusaha memahami dan menangkap kompleksitas tersebut.

Sekian dari artikel ini semoga bermamfaat bagi kalian semua para pembaca jika terasa bermamfaat silahkan di shared agar semakin luas kemamfaatan dari artikel ini, terima kasih. Suatu hal yang sama dapat dimaknai secara berbeda oleh kelompok orang yang berbeda. Hal ini dapat menjelaskan perbedaan budaya, cara pandang, dan perilaku kelompok manusia daoat berbeda meski dihadapkan atau mengalami hal yang sama. Epistimologi contruction ini kebanyakan dianut oleh peneliti kualitatif.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar